CARA MELAKUKAN TUNE UP EFI
MUHAMMAD WAHYU P
XI TKRO 2
27
Guru Rusmana, ST. MM
LANGKAH LANGKAH TUNE UP EFI
1. Pemeriksaan sistem pendingin
a. Pemeriksaan Radiator secara visual. Secara visual, Periksa air radiator jika kurang tambahkan dan periksakeadaan radiator kemungkinan terdapat kotoran, karat, dan kerusakan pada sirip radiator. Usahakan periksa dengan teliti.
b. Memeriksa selang-selang radiator dan persambunganya Secara visual, periksalah kondisi selang-selang sitem pendingin dan persambungannya, jika terdapat kerusakan atau sobekan atau keretakan pada selang maupun klem segeralah diganti dengan yang baru.
c. Memeriksa reservoir tank Secara visual, periksa ketinggian coolant di dalam reservoir, yakinkan bahwa posisinya berada di antara tanda maximum dan minimum, jika ketinggian coolant dibawah tanda minimum, maka harus tambahkan coolant sampe tanda max dan periksa juga kondisi reservoir apakah ada kebocoran.
d. Periksa tutup radiator Secara visual periksa keadaan tutup radiator, kemudian periksa kebocoran tutup radiator dengan cara pasangkan tutup radiator pada alat ukur kebocoran (radiator tester). Pompa alat ukur tersebut mencapai angka 0,9 bar, diamkan beberapa detik jika angka menurun kurang dari 0,9 bar maka tutup radiator bocor sebaliknya jika angka tetap maka tutup radiator tidak bocor atau masih bagus
e. Pemeriksaan kebocoran radiator Memeriksa kebocoran radiator dengan menggunakan radiator tester, dengan cara buka buka tutup radiator, kemudian pasangkan alat ukur pada dudukan tutup radiator, di ushakan terpasang dengan baik dan kencang. Pompa alat ukur tersebut dan liat jarum, ketika jarum berada pada angka 14 psi, diamkan beberapa detik. Jika jarum tidak turun dari angka 14 maka radiator tidak bocor, dan juga sebaliknya jika turun radiator bocor
2. Pemeriksaan Baterai
a. Periksa keadaan baterai Periksa keadaan baterai secara visual, dengan memeriksa keadaan casing baterai, dan terminal positif, negatif baterai. Jika terminal terssebut berkarat atau kotor, bersihkan dengan menggunakan amplas dan kain majun
b. Periksa ketinggian air accu, terminal positif dan negatif Lihat secara visual ketingian air accu, dengan melihat tanda upper,lower. Jika air accu kurang dari tanda upper atau bahkan lower, tambahkan air accu biasa kedalam setiap sel sampai dengan posisi upper. Bila selesai mengisi accu sebaiknya bersikan bekas tumpahan dengan kain lap.
c. Memeriksa tegangan baterai Dalam melakukan pemeriksaan baterai pertama yang kita lakukan adalah mengkalibrasi alat ukur pengukur tegangan baterai ( multi tester ), kita kalibrasi pada angka 50 pada bagian DC, kemudian kita lakukan pengukuran dengan menempelkan kabel positif, negatif multi tester ke terminal positif, negatif baterai.
d. Memeriksa berat jenis baterai Lepas tutup tiap sel baterai, kemudian ukur satu-persatu tiap sel tersebut dengan cara masu
kkan pipet hydrometer dengan posisi tegak dan setelah itu tekan karet pipet sehingga sebagian air accu pada batterai berpindah pada hydrometer. Setelah itu lakukan pemeriksaan dengan melihat angka dan warna yang ditunjukkan hydrometer.
kkan pipet hydrometer dengan posisi tegak dan setelah itu tekan karet pipet sehingga sebagian air accu pada batterai berpindah pada hydrometer. Setelah itu lakukan pemeriksaan dengan melihat angka dan warna yang ditunjukkan hydrometer.
3. Pemeriksaan oli mesin
a. Memeriksa leveling atau ketinggian oli periksa leveling atau ketinggian oli, dengan cara menarik batang pengukur oli mesin, kemudian lap dengan majun dan masukan kembali batang paengukur tersebut, tarik kembali pastikan oli berada diantara tanda H/F dan L ( H= high/F=full /penuh dan L=low/rendah ), keadaan minyak pelumas harus berada pada tanda F, bila berkurang maka tambahkan minyak pelumas tersebut sampai dengan tanda F.
b. Memeriksa kualitas atau kekentalan oli periksa kekentalan oli dengan visual, apa bila kekentalan oli sudah berkurang dan warna sudah tidak sesuai dengan aslinya maka oli harus diganti. Penggantian minyak pelumas biasanya setelah jarak tempuh berkisar 2.500-5.000 kilometer.
4. Pemeriksaan saringan udara.
Mesin yang kami gunakan sudah berbentuk stand, dan sudah diganti dengan yang baru, jadi tidak perlu dilakukan pengantian atau pemeriksaan saringan udara.
5. Pemeriksaan filter bensin
Dalam pemeriksaan filter bensin, pertama yang kita lakukan adalah lepas filter bensin dari dudukanya kemudian periksa secara manual keadaan dan Bersihkan menggunakan kompresor dengan menyemprotkan anggin dari arah fuel tank yang nantinya angin akan masuk ke sirip-sirip elemen filter bensin dan keluar ke arah fuel pump.
6. Pemeriksaan Drive belt.
a. Pemeriksaan keadaan drive belt Secara visual cek drive belt apakah terdapat kerusakan yang memungkinkan, retak dan rapuh. Dengan cara kita lepas drive belt kemudian kita bengkokan seperti pada gambar dibawah ini. Jika drive belt tidak retak atau patah berarti keadaan masih baik. bila dalam pemeriksaan drive belt terdapat hasil yang tidak sesuai dengan standar gantilah dengan baru.
b. Memeriksa kekencangan atau kerenggangan drive belt Kekencangan drive belt perlu diperiksa dan disetel. Dengan cara atas dan kemudian baru yang bawah, sehingga alternator dapat dengan bebas bergerak. Setel ketegangan drive belt menggunakan tekanan tangan atau timbangan pegas. spesifikasi : 7,5 – 10,5 mm. Tapi kami disini penyetel dengan menggunkan tangan atau manual
7. Pemeriksaan pengapian
Pemeriksaan pengapian pada mesin,dilakukan dengan menggunakan alat scan tool, dan jika pengapian mengalami gejala atau trobel maka lakukan pengecekan dan penyetelan dengan menggunakan scan tool
8. Pemeriksaan busi.
Dalam proses pemeriksaan busi hal pertama yang harus dilakukan adalah melepas koil yang menempel pada busi tiap kepala silinder. Setelah dilepas maka lepaskan busi pada tiap silinder dengan menggunakan kunci busi. Kemudian periksa secara visual keadaan busi, periksa celah busi dengan menggunakan filler gauge
9. Pemeriksaan tekanan kompresi.
pemeriksaan tekanan kompresi pastikan oli mesin cukup dan aki punya strum yang kuat, panaskan mesin sampai suhu kerja normal, kemudian diamkan mesin 5-10 menit, lepas semua busi, pasangkan alat pengukur kompresi pada busi no1, kemudian buka trotel penuh dan start mesin hingga tekanan kopresi pada nilai tertinggi. Selanjutnya lakukan tes yang sama pada silinder lainya, sandar spesifikasi selisih tiap silinder 2,0 kg/cm² setiap kilometer 20.000. penyatelan katup ini pada dasarnya sama dengan penyatelan katup biasa yang terdapat pada mobil konvensional, dalam penyetelan yang pertama kita lakuan dengan memutar puli poros engkol pastikan silinder 1 pada posisi TMA, dan katup in ex bebas, ). Kendorkan mur pengunci yang terdapat pada rocker arm dan putarkan sekrup penyetelnya hingga diperoleh celah diantara rocker arm dan ujung batang katub. kemudian setelah penyetelan dilakukan kencangkan mur pengunci tadi dan periksa kembali celah katubnya dengan menggunakan filler gauge, kemudian putar kembali puli poros engkol satu putaran penuh (360°), periksa roker arm katup in dan ex yang bebas, kemudian stel katup tersebut.
a. Penyetelen celah katup pada mesin dingin Panaskan mesin pada suhu kerja kemudian diamkan 5-10 menit,kemudian setel katup dengan cara memutar puli poros engkol pastikan silinder 1 pada posisi TMA, dan katup in ex bebas, ). Kendorkan mur pengunci yang terdapat pada rocker arm dan putarkan sekrup penyetelnya hingga diperoleh celah diantara rocker arm dan ujung batang katub. kemudian setelah penyetelan dilakukan kencangkan mur pengunci tadi dan periksa kembali celah katubnya dengan menggunakan filler gauge, kemudian putar kembali puli poros engkol satu putaran penuh (360°), periksa roker arm katup in dan ex yang bebas, kemudian stel katup tersebut. Spesifikasi: katup IN : 0.15-0.19 mm Katup EX : 0.26-0.30 mm
b. Penyetelan celah katup pada mesin kondisi panas yang kami teliti dalam penyetelan katup dilakukan pada saat mesin dingin saja, jadi ketika mesin dalam kondisi panas maka dinginkan mesin khususnya pada mekanisme katup tersebut dengan kipas manual. Setelah mesin sudah dalam keadaan dingin lakukan penyetelan katup. Prosedur tersebut dianjurkan dari Diller.
10. Pemeriksaan menggunakan scan tool
Berikut langkah-langkah men-scan mesin EFI:
a. Menghubungkan Data Link Connector (DLC) dengan alat scan tools sesuai dengan pin DLC.
b. Menghidupkan Mesin sehingga kondisi komponen mesin dapat terdeteksi oleh scan tools.
c. Mengoperasikan program scan tools
1) Menekan tombol ON pada scan tools,
2) Memilih vehicle diagnosis tekan enter,
3) Memilih menu Japanese vehicle diagnosis tekan enter,
4) Memilih produk asal mesin diciptakan (Japan/Korea) Memilih Produsen Mesin tekan enter,
5) Memilih menu general tekan enter,
6) Memilih model mesin (engine with A/T) tekan enter,
7) Memilih menu conektor enter.
8) Kemudian pilih diagnosis trouble codes untuk mengetahui gejala pada mesin
Komentar
Posting Komentar