ULANGAN HARIAN KE 2 PMKR

Muhammad Wahyu Prasetiyo (27)

XI TKRO 2

Guru, RUSMANA ST.MM

SMKN 5 JAKARTA


Mengerjakan Soal !

1. Gambarkan sistem pendinginan dan sebutkan fungsinya !

Jawab :

Sistem Pendingin


Fungsi dari sistem pendingin adalah untuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi yang ideal. Mesin pembakaran dalam (maupun luar) melakukan proses pembakaran untuk menghasilkan energi dan dengan mekanisme mesin diubah menjadi tenaga gerak

KOMPONENNYA

1. Radiator

Fungsi :
Untuk membuang panas air yang telah bersirkulasi didalam mesin ke udara luar melalui kisi-kisi yang ada pada radiator.
Komponen Sistem Pendingin dan Fungsinya
Bagian-bagian Radiator:

  • Upper Tank 
  • Lower Tank
  • Kisi-Kisi
  • Radiator Core
Fungsi bagian-bagian Radiator:
  • Upper tank berfungsi untuk menampung air pendingin yang sudah bersuhu tinggi dari water jacket.
  • Lower tank berfungsi untuk manampung air yang sudah didinginkan, untuk kemudian disirkulasikan ke mesin.
  • Kisi-kisi berfungsi untuk menerima panas dari core dan melepaskan panas ke udara. Kisi-kisi ini terbuat dari alumunium, kerena alumunium memiliki konduktivitas panas yang tinggi sehingga suhu panas pada air radiator diserap dan kemudian mudah didinginkan.
  • Radiator core berfungsi untuk menyalurkan air radiator dari uper tank ke lower tank. tube ini merupakan saluran yang berbentuk pipih, terhubung ke kisi-kisi sehingga mekanisme pendinginan radiator dapat berjalan.

2. Water pump


Fungsi: 
Memompa air ke seluruh sistem pendingin engine. Water pump diputar oleh belt melalui puli atau drive gear dari engine.

3. Termostat



Fungsi:

  • Untuk mempercepat temperatur kerja, saat mesin masih dalam kondisi dingin (baru hidup)
  • Mengatur peredaran/sirkulasi air pendingin

4. Water Jacket

Fungsi:
Sebagai tempat bersirkulasinya air pendingin di dalam mesin untuk menyerap panas dari hasil pembakaran secara langsung.

5. Tutup Radiator

Komponen Sistem Pendingin dan Fungsinya
Tutup Radiator memiliki 2 katup:

1. Katup tekanan
Untuk membuang air pendingin ke resevoir pada saat tekanan di dalam radiator naik

2. Katup Vacuum ( Vacuum Valve ).
Untuk memasukkan air pendingin ke radiator pada saat tekanan di dalam radiator turun

Catatan: Jika terjadi kerusakan pada karet tutup radiator maka akan terjadi kebocoran

6. Saluran Radiator

Komponen Sistem Pendingin dan Fungsinya

Fungsi:
Sebagai penghubung sirkulasi air pendingin dari radiator ke blok mesin

3 selang yang digunakan pada radiator:

  • Upper hose (selang bagian atas) : berfungsi untuk menyalurkan air pendingin dari water jacket ke radiator untuk didinginkan.
  • Lower hose (selang bagian bawah) : berfungsi untuk menyalurkan air pendingin dari radiator ke water jacket.
  • Saluran by pass : berfungsi untuk menyalurkan kembali air pendingin ke pompa kemudian water jacket, ketika termostat masih tertutup (suhu engine masih dingin)

7. Reservoir Tank (Tangki Cadangan)

Komponen Sistem Pendingin dan Fungsinya

Fungsi:
Sebagai tempat penyimpanan air pendingin yang mengalami penguapan

Ketika kondisi mesin panas, air pendingin dalam radiator akan mengalami penguapan. Penguapan ini akan menghasilkan tekanan yang cukup besar sehingga ketika air pendingin disalurkan dari water jacket dan masuk ke upper tank radiator, air ini akan menekan pressure valve pada tutup radiator sehingga tutup radiator terbuka. dan uap air tersebut akan bergerak untuk menstabilkan tekanan dimana tempat untuk menampung uap air ini telah disediakan dan disebut reservoir tank (tangki cadangan). 

Uap air yang masuk ke reservoir tank akan mengembun kembali dan berubah bentuk jadi cair. Pada kondisi dingin uap yang mengalir ke reservoir tank ini akan kembali masuk ke dalam radiator hal ini disebabkan tekanan di dalam sistem lebih rendah/mengalami kevakuman sehingga cairan di dalam tangki cadangan akan tertarik kembali ke dalam radiator. Tentu mekanisme ini berguna agar kuantitas air pendingin di engine tidak berkurang secara signifikan setiap kendaraan digunakan.

8. Kipas Radiator

Komponen Sistem Pendingin dan Fungsinya

Fungsi :
Untuk mensirkulasikan ( mengalirkan ) udara melalui sirip - sirip yang ada pada radiator 

Pengoprasian dari kipas radiator ini ada yang digerakan dengan mentransmisikan putaran dari mesin melalui belt dan ada yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak dari kipas.

2. Gambarkan sistem pelumasan serta sebutkan fungsi kemponen 2nya !

Jawab :

SISTEM PELUMAS



fungsi utama sistem pelumasan adalah mengurangi gesekan. Selain itu juga untuk mencegah terjadi masalah keausan pada mesin. Tanpa ada sistem pelumasan yang baik, komponen-komponen yang ada di dalam mobil pasti tidak akan bekerja maksimal.

KOMPONENNYA

  • Bak oli



Bak oli merupakan salah satu komponen pelumasan yang berfungsi untuk menampung oli. Komponen ini menyimpan cadangan oli yang nantinya akan digunakan untuk melumasi mesin.

  • Pompa oli



Komponen ini berfungsi untuk menghisap dan menyalurkan oli pada mesin. Kinerja komponen pompa oli bergantung pada putaran mesin dari camshaft, crankshaft, atau timing belt. Pompa oli bekerja dengan menyalurkan oli yang bertekanan ke semua saluran mesin.

Kemudian oli tersebut pada akhirnya dibuang melalui saluran perkaitan yang berada di ujung pompa. Proses ini bertujuan untuk melumasi seluruh bagian lain dari mesin yang terbuka. Adanya pompa oli membuat beluruh komponen mesin mendapat pelumas tanpa tekanan.

  • Filter oli


Komponen lain yang digunakan dalam sistem pelumasan adalah filter oli. Komponen ini bertugas sebagai penyaring oli dari kotoran sehingga oli tidak cepat kotor. Apabila oli yang diproses dalam sistem ini terkontaminasi oleh kotoran, maka pelumasan tidak akan berfungsi secara maksimal.

Pelumas yang bekerja di sebuah kendaraan tidak boleh mengandung kotoran sedikitpun. Partikel dan kotoran yang ada dalam oli dapat menyebabkan celah mesin yang rapat akan tergores.

  • Strainer



Komponen ini berfungsi untuk menyempurnakan kerja filter oli. Strainer atau penyaring dapat menyaring kotoran hingga yang berdiameter satu milimeter. Komponen pompa oli berada di antara lubang pompa oli dengan pompa oli, yaitu bertugas sebagai lubang isap pelumas menuju pompa oli.

  • Pressure Valve



Pressure valve atau katup tekanan merupakan sebuah komponen pelumasan yang bertugas untuk mengatur tekanan pelumas. Pengaturan ini dilakukan utamanya ketika mesin sedang bekerja dengan perputaran yang tinggi.

Ketika mesin berputar tinggi, volume oli yang bergerak dari pompa oli mengalami pertambahan. Sedangkan saluran oli memiliki batas kemampuan. Oleh karena itu, pengaturan tekanan pelumas dibutuhkan agar tekanan oli tetap stabil.

Kerja dari komponen yang satu ini memiliki hasil akhir untuk mengembalikan oli pada carter. Proses ini berlangsung ketika tekanan pelumas atau oli sedang naik.

  • Switch Oli



Switch oli merupakan sensor tekanan oli yang berfungsi untuk mengetahui hasil kerja dari pompa oli. Komponen ini bertugas untuk memberitahukan kepada Anda terkait cukup atau tidaknya tekanan pompa oli untuk melumasi mesin.

Anda akan dapat mengetahui hal tersebut ketika memutar kunci kontak Anda pada posisi on. Lihatlah pada dashboard apakah lampu indikator oli kendaraan Anda menyala. Apabila lampu ini menyala berarti komponen switch berfungsi dengan baik.

Namun sebaliknya, ketika mesin dihidupkan lampu indikator oli harus mati. Apabila lampu indikator oli hidup saat mesin dihidupkan, periksalah oli mesin Anda. Kemungkinan ada sesuatu yang bermasalah pada pelumasan kendaraan Anda.


3. Gambarkan dan sebutkan fungsi komponen sistem katup ,serta buat langkah 2 penyetelan katup !

Jawab :

SISTEM KATUP 


FUNGSI KATUP

  • Mengatur pembukaan katup sesuai dengan campuran udara dan bahan bakar ke ruang bakar.
  • Membuka saluran intake agar udara mampu masuk ke dalam mesin ketika mencapai langkah hisap
  • Membuka saluran exhaust supaya gas sisa pembakaran mampu keluar dari mesin ketika mencapai langkah buang.

KOMPONENNYA

1. Pengangkat katup


Pengangkat katup (valve lifter)  berfungsi untuk meneruskan gerakan camshaft ke push rod.
Pada mesin yang menggunakan  lifter konvensional celah katupnya harus distel secara manual, tetapi ada mesin yang menggunakan hydraulic  lifter tidak perlu melakukan penyetelan celah katup karena celahnya selalu 0 mm.


2. Batang Penekan


Batang Penekan
Batang Penekan

Batang penekan (push rod) berfungsi untuk meneruskan gerakan lifter ke rocker arm. Mekanisme kerjanya hanya sebagai penerus tekanan yang berasal dari putaran poros camshaft.

3. Rocker Arm


Rocker Arm
Rocker Arm

Rocker arm berfungsi untuk menekan katup saat tertekan ke  atas oleh push rod.  Rocker arm dilengkapi skrup dan  mur pengunci untuk penyetelan  celah katup untuk yang jenis menggunakan tapet.  Pada mesin yang menggunakan lifter hidraulis tidak dilengkapi  skrup dan mur pengunci.

4. Valve Timing Diagram


Valve Timing Diagram
Valve Timing Diagram

Valve timing diagram adalah diagram waktu kerja katup ( pembukaan dan penutupan katup per derajat putaran poros engkol.  Valve timing diagram dipengaruhi oleh bentuk cam dan celah katup. Dari gambar diatas dapat kita ketahui bersama bahwa langkah hisap dimuali dari 6 derajat sebelum TMA sampai 37 derajat setelah TMB, dilanjutkan dengan langkah kompres hingga 3 derajat setelah TMA selanjutnya langkah dilanjutkan ke langkah kerja. Akan terjadi pembuangan sisa-sisa pembakaran pada 63 derajat sebelum TMB dan diakhiri dengan langkah pembuangan.

5. Celah Katup
Celah Katup
Celah Katup
Celah katup adalah celah yang  terdapat pada mekanisme katup  (dari camshaft sampai katup). Apabila tidak terdapat celah  katup akan menyebabkan saat  mesin panas, pada mekanisme  katup terjadi pemuaian yang menyebabkan katup tidak menutup  rapat. Ini yang akan terjadi pada jenis penyetelan katup manual, nanum jika menggunakan jenis hidraulik lifter.

4. Gambarkan sistem kepala silinder serta sebutkan fungsinya!

Jawab :

Sistem kepala silinder



Fungsi Kepala Silinder

Seperti yang telah disinggung di atas bahwa kepala silinder dalam mesin kendaraan memiliki beberapa fungsi, yaitu : 

1. Sebagai tempat mekanisme katup 

2. Sebagai dudukan busi

Kepala silinder juga menjadi dudukan
bagi busi (spark plug) yang berfungsi untuk membakar campuran udara dan
bahan bakar di ruang bakar.

3. Sebagai tempat ruang bakar

Kepala silinder menjadi tempat dimana campuran udara dan bahan bakar di
bakar, lebih tepatnya tempat ruang bakar (combustion chamber). Ruang
bakar pada mesin terdiri dari berbagai macam, sesuai dengan kegunaan dan
tujuan masing-masing. Baca juga : Macam-macam Ruang Bakar pada Motor Bensin

4. Tempat pemasangan saluran masuk dan saluran buang.

4. Tempat pemasangan saluran masuk dan saluran buang.

Saluran masuk dan saluran buang dihubungkan dengan kepala silinder, saluran masuk dari karburator dan saluran buang menuju kenalpot.

5. Tempat mantel pendingin (water jacket)

Water jacker berfungsi untuk mendinginkan kepala silinder itu sendiri bersama komponen-komponen didalamnya.

Pada sistem EFI, kepala silinder juga menjadi dudukan dari injector dan koil pengapian yang dihubungkan langsung dengan busi (spark plug).

Bagian-bagian Kepala Silinder

Secara umum kepala silinder memiliki bagian-bagian seperti pada gambar di bawah ini :

Bagian-bagian Kepala Silinder
Bagian-bagian Kepala Silinder

1. Adjusting shimp : Berfungsi untuk menyetel celah katup.

2. Valve lifter : Berfungsi untuk mengangkat katup

3. Intake valve : Berfungsi untuk membuka dan menutup saluran masuk sesuai dengan siklus kerja.

4. Exhaust valve : Berfungsi untuk membuka dan menutup saluran buang sesuai dengan siklus kerja.

5. Vavle guide : Berfungsi sebagai penghantar gerakan katup

6. Spark plug (busi) : Berfungsi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar dengan menciptakan loncatan bunga api.

7. Gasket : Berfungsi sebagai perapat antara kepala silinder dengan block silinder.

8. Water Jacket : Berfungsi sebagai saluran air pendingin.

9. Ruang bakar : Tempat terjadinya pembakaran campuran udara dan bahan bakar.

SEKIAN 

TERIMA KASIH.....














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemeriksaan TUNE UP EFI

CARA MELAKUKAN TUNE UP EFI